Ada hari-hari ketika peluang cuan terasa seperti “lewat begitu saja”, padahal sebenarnya tersebar rapi di depan mata. Doragg—nama yang belakangan sering muncul di obrolan komunitas digital—membeberkan cara cuan singkat yang fokus pada tindakan kecil, cepat dieksekusi, dan langsung bisa diukur hasilnya. Bukan rumus ajaib, melainkan rangka kerja sederhana yang bisa dipakai siapa pun, termasuk pemula yang baru mulai mencari cara ngasil terbaik hari ini.
Menurut Doragg, banyak orang gagal bukan karena kurang ide, tetapi karena terlalu lama menyiapkan “rencana besar” yang tidak pernah jalan. Di era serba cepat, strategi yang menang adalah yang bisa dicoba hari ini, dievaluasi malam ini, lalu diperbaiki besok. Cara cuan singkat bukan berarti asal-asalan; justru menuntut disiplin agar langkahnya ringkas, jelas, dan punya target yang masuk akal.
Ia menekankan satu prinsip: pilih metode yang bisa menghasilkan arus kas lebih cepat daripada menguras tenaga. Artinya, kamu harus bisa membedakan aktivitas yang “sibuk” dengan aktivitas yang “menghasilkan”. Banyak orang rajin scroll, rajin riset, rajin rapat—namun minim eksekusi. Doragg menyebut ini sebagai “kerja yang terasa produktif tapi tidak mencetak angka”.
Doragg memakai skema 3-7-1 sebagai pola eksekusi harian. Angka-angka ini bukan motivasi, melainkan batasan kerja agar fokus tidak bocor. “3” adalah tiga sumber cuan yang dipilih, “7” adalah tujuh tindakan kecil yang wajib dilakukan, dan “1” adalah satu metrik yang dipantau ketat. Dengan batasan ini, kamu tidak mudah tergoda menambah metode baru sebelum metode lama benar-benar teruji.
Contoh “3 sumber cuan” yang bisa dipilih: jasa cepat (microservice), jualan ulang produk digital, dan konten pendek dengan afiliasi. Doragg menyarankan memilih yang paling dekat dengan kemampuanmu sekarang. Kalau kamu bisa desain, microservice desain adalah opsi; kalau kamu tidak punya skill teknis, reseller produk digital yang sudah ada sistemnya bisa jadi pintu masuk.
Tujuh tindakan ini dibuat untuk memotong drama perfeksionisme. Pertama, tentukan penawaran 1 kalimat: “Saya bantu X mencapai Y dalam Z waktu”. Kedua, buat contoh hasil minimal, cukup satu portofolio sederhana. Ketiga, susun daftar 20 calon pembeli (bisa dari teman, komunitas, atau marketplace jasa). Keempat, kirim 10 pesan penawaran yang sopan dan spesifik setiap hari.
Kelima, pasang satu “produk cepat” dengan harga masuk akal agar pembeli pertama mudah deal. Keenam, siapkan template pengerjaan agar waktu produksi pendek (misalnya template caption, template desain, atau checklist pekerjaan). Ketujuh, minta testimoni atau bukti hasil setiap kali selesai order, karena bukti sosial adalah mesin penutup penjualan tercepat.
Doragg menyuruh memilih satu metrik inti agar kamu tidak teralihkan oleh angka palsu seperti views atau likes. Untuk cara cuan singkat, metrik terbaik biasanya “jumlah chat masuk yang relevan” atau “jumlah deal per hari”. Jika hari ini kamu menargetkan 3 chat serius dan hanya dapat 1, maka yang diperbaiki adalah penawaran, daftar target, atau pesan pembukanya—bukan ganti strategi total.
Dengan satu metrik, kamu bisa melakukan optimasi cepat: ubah kata pembuka, tambah contoh hasil, atau ganti target audiens yang lebih butuh. Doragg menyebut pendekatan ini sebagai “perbaikan mikro” yang efeknya bisa terasa dalam 24 jam.
Jebakan pertama adalah menunda karena menunggu alat sempurna. Doragg menyarankan mulai dengan perangkat yang sudah ada: ponsel, catatan, dan satu platform untuk menawarkan jasa atau produk. Jebakan kedua adalah kebanyakan niche. Jika kamu menarget semua orang, pesanmu akan terdengar generik. Pilih segmen kecil dulu, misalnya “UMKM makanan” atau “coach kebugaran”, lalu buat penawaran yang relevan.
Jebakan ketiga adalah harga tidak jelas. Doragg menganjurkan paket sederhana: Basic, Standard, Premium. Pembeli suka pilihan, dan kamu bisa mendorong naik kelas dengan menambahkan manfaat yang konkret, bukan janji abstrak. Jebakan keempat adalah tidak menagih bukti hasil; padahal testimoni, screenshot, atau before-after adalah bahan promosi yang membuat cara ngasil terbaik hari ini terasa lebih mudah dijalankan besok.
Jika waktumu sempit, Doragg membagi 60 menit menjadi tiga blok: 15 menit menyusun penawaran dan contoh, 30 menit outreach (menghubungi calon pembeli), 15 menit follow-up dan pencatatan metrik tunggal. Dalam blok outreach, fokus pada pesan yang spesifik: sebutkan kebutuhan calon klien, tawarkan solusi ringkas, berikan contoh, dan ajukan pertanyaan penutup seperti “Mau saya buatkan versi pertama hari ini?”.
Rute ini membuat kamu selalu bergerak menuju transaksi, bukan sekadar menambah pengetahuan. Saat pola 3-7-1 dilakukan konsisten, Doragg percaya peluang cuan singkat akan muncul dari dua arah sekaligus: pembeli yang butuh cepat, dan rekomendasi dari pembeli yang puas.