Observasi adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara mengamati suatu objek atau fenomena secara langsung. Dalam konteks observasi berbasis RTP (Realistis Pragmatik), pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis dan relevan terhadap situasi yang sedang diamati. Konsep observasi ini menekankan pada pendekatan yang pragmatis dan realistis, yang artinya lebih menekankan pada kepraktisan dan kenyataan lapangan daripada teori atau asumsi yang belum teruji.
RTP dalam observasi melibatkan pengumpulan data melalui pengamatan langsung dengan pendekatan yang mengedepankan kepraktisan dan kenyataan di lapangan. Ini berarti, alih-alih terjebak dalam teori-teori yang rumit, observer lebih dituntut untuk melihat dan memahami kondisi nyata di lapangan, kemudian menganalisisnya dengan pendekatan yang pragmatis. Metodologi ini sering kali melibatkan beberapa langkah, termasuk penentuan tujuan observasi, pemilihan lokasi dan objek pengamatan, serta pencatatan temuan secara sistematis.
Salah satu komponen kunci dari observasi RTP adalah pemilihan objek dan lokasi yang tepat. Pemilihan ini harus berdasarkan tujuan observasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam konteks yang lebih luas, pemilihan objek dan lokasi harus mampu memberikan data atau informasi yang relevan terhadap tujuan yang ingin dicapai. Oleh karenanya, persiapan matang sangat diperlukan sebelum melaksanakan observasi, termasuk observasi pendahuluan untuk memastikan relevansi objek dan lokasi yang dipilih.
Teknik pengumpulan data dalam observasi RTP fokus pada cara yang realistis dan praktis dalam mengumpulkan informasi. Contoh teknik yang sering digunakan meliputi pencatatan langsung, penggunaan alat bantu seperti kamera atau perekam suara, dan pengisian lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Keberhasilan observasi sangat bergantung pada kemampuan observer dalam menangkap detail-detail penting dan merekamnya dengan akurat. Seorang observer yang handal harus mampu membedakan mana data yang signifikan dan mana yang tidak, serta mampu menyajikan data dalam format yang dapat dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Setelah data dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah analisis data. Pada prinsipal RTP, analisis dilakukan dengan pendekatan yang realistis, memanfaatkan data-data ekstrem hasil pengamatan untuk mendapat insight yang praktis. Proses analisis menuntut observer untuk mencari pola, hubungan, atau tren yang dapat memberi keterangan mendalam terhadap objek penelitian. Berbagai metode analisis dapat diterapkan, seperti analisis statistik, interpretasi kualitatif, hingga penggunaan software analitik jika diperlukan.
Hasil dari observasi yang telah dianalisis kemudian harus didokumentasikan dan dilaporkan secara sistematis. Proses pendokumentasian penting untuk memastikan temuan bisa dilacak kembali dan digunakan dalam pengambilan keputusan ke depan. Pelaporan harus disusun dengan struktur yang jelas, dimulai dari latar belakang, metodologi, temuan, hingga analisis dan diskusi. Format laporan yang baik akan memudahkan pembaca untuk memahami hasil observasi dan menilai validitasnya. Seorang peneliti harus memastikan laporannya lengkap dan bebas dari bias, guna menjaga integritas data yang diperoleh.